Jakarta, InfoPublik - Anggota Komisi IV DPR Hermanto meminta Pemerintah terus meningkatkan inovasi dan penggunaan sains dalam meningkatkan produksi pangan. Pasalnya, areal pertanian semakin menyusut akibat alih fungsi lahan sementara jumlah penduduk semakin banyak. Tanpa inovasi itu, Indonesia bisa terkena krisis pangan.

"Ancaman krisis pangan sudah semakin dekat. Tanda-tandanya sudah tampak, di antaranya semakin sempitnya lahan akibat alih fungsi, semakin sulitnya mencari lahan baru untuk tanaman pangan, dan semakin tidak terkendalinya pertumbuhan penduduk," ungkap Hermanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/11).

Politisi PKS itu menganggap, sejauh ini cukup banyak inovasi yang dihasilkan anak bangsa di bidang pertanian. Salah satunya teknologi terapan in-store dryer dalam produksi bawang merah. Dengan teknologi tersebut, pengeringan bawah merah yang biasanya membutuhkan waktu 20 hari dipotong menjadi 5 hari.

Hermanto ingin inovasi serupa diterapkan untuk jenis pangan lain. Makanya, dia mendorong lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) pertanian menggenjot kerjanya dalam menciptakan inovasi dan penggunaan teknologi tersebut.

"Kemajuan pertanian bergantung pada Litbang-nya. Jika Litbang-nya maju, pertanian juga maju. Litbang harus didorong agar melakukan riset dan pengembangan sesuai kebutuhan sektor pertanian. Output-nya harus aplikatif, berorientasi pada teknologi terapan," terangnya.