Jakarta, InfoPublik - Pelayanan cepat dalam administrasi dana kependudukan kini makin dibutuhkan masyarakat, seperti yang dilakukan pemerintah kota Jayapura dan Bandung.

"Contoh Wali Kota Jayapura dan Wali Kota Bandung. Di Jayapura itu layanan cepat sekali, padahal di ujung Indonesia tetapi pembuatan akta lahir, akta kematian, surat pindah itu saya sidak (inspeksi mendadak) 10 menit selesai," ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/11).

Menurut Zudan, layanan kependudukan di kota Bandung juga patut diapresiasi, karena memudahkan masyarakat.

Dia menyebutkan, Walikota Bandung, memberikan delapan mobil dinas untuk dinas kependudukannya. Mobil itu digunakan sebagai mobil layanan keliling. Selain itu, untuk tiap kecamatan diberikan kendaraan bermotor. Kendaraan itulah yang diandalkan melayani warga.

“Jadi para kepala dinas kependudukan harus punya inovasi. Bisa melakukan terobosan yang bisa membuat kepala daerah tertarik, sehingga dari sisi anggaran mereka lebih diperhatikan. Kenapa inovasi dan terobosan itu penting, sebab banyak kepala daerah,  baru mau memberikan anggaran besar setelah melihat kinerja dinas kependudukan itu memang benar-benar bagus,” paparnya.

Dia menambahkan, pemerintah pusat akan memberikan semacam reward atau penghargaan  bagi daerah yang sukses melakukan inovasi dalam layanan kependudukan. Reward pertama, dalam bentuk dana alokasi khusus. Kedua, penghargaan. Ketiga, pejabat dinas kependudukan yang inovatif dijamin kedudukannya serta posisinya.

"Kami bisa jaga agar tidak di nonjobkan.  Mereka bekerja lebih tenang karena tidak bisa dinonjobkan oleh bupati atau wali kota pasca Pilkada," pungkasnya.