Sumenep, InfoPublik -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menilai sejumlah Kabupaten/Kota di wiyalahnya, termasuk daerah yang memiliki risiko tinggi terjadi bencana alam.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur Sudarmawan mengatakan, pihaknya memetakan sejumah daerah Kabupaten/Kota se Jawa Timur yang memiliki potensi terjadi bencana alam, yakni 29 Kabupaten/Kota, dan di antaranya sebanyak 18 Kabupaten/Kota masuk katagori indeks risiko tinggi bencana.

"Dari 18 Kabupaten/Kota itu di antaranya Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Malang, Sidoarjo dan Pamekasan," kata Sudarmawan, seusai Apel Relawan dan Penanaman 1.000 batang pohon Mangrove Tahun 2017, di Gedung Gerak Kecamatan Kalianget, Rabu (1/11).

Sudarmawan menyatakan, untuk menanggulangi terjadinya bencana alam di wilayah Jawa Timur, pihaknya memproteksi daerah tertentu mulai sejak dini, dengan mengajak masyarakat dan aparatur pemerintah menjaga lingkungannya.

Salah satunya memperkenalkan masyarakat menjaga ekologi lingkungan melalui penanaman pohon mangrove baik laut, sungai, dan penanaman pohon di gunung.

“Menjaga lingkungan yang jadi sasaran untuk menyadarkan masyarakat sangat penting, sehingga melalui kegiatan penanaman pohon mangrove itu, ikut mengaktifkan masyarakat melestarikan lingkungan,” tegasnya.

Ia juga berharap, masyarakat untuk mewaspadai kejadian bencana alam di lingkungannya, karena di wilayah Kabupaten Sumenep berpotensi terjadi bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor dan abrasi,

“Dalam kesiagaan maupun tanggap darurat, desa menjadi bagian terdepan untuk bergerak cepat melakukan tindakan penyelamatan masyarakat. Untuk itu masyarakat Sumenep bisa menjaga dengan baik lingkungan sekitar agar bisa mencegah atau mengurangi terjadinya bencana yang merugikan masyarakat,” katanya. (Yasik/Fer/toeb)