Batam, InfoPublik – Sebanyak dua orang anggota Polisi Wanita (Polwan) dari jajaran Polda Kepri, berhasil menggagalkan sebuah aksi perampokan yang terjadi di sebuah Money Changer, dekat restoran Yongki Sop Ikan Batam Centre, beberapa waktu lalu.

Tidak saja menggagalkan, namun kedua Polwan, Bripka Citra Amelia dan Briptu Santaria Ida, juga berhasil menangkap para pelaku, saat mereka sedang patroli di Kawasan Pusat Pemerintahan, di Jalan Engku Putri Batam Centre itu.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga mengungkapkan, dalam aksi perampokan Money Changer tersebut, kedua anggota polwan telah berhasil mencegah aksi kejahatan yang terjadi secara sporadis dan menangkap pelaku.

"Bripka Citra Amelia dan Briptu Santaria Ida ini, merupakan bagian dari 43 anggota Polri serta 2 anggota TNI yang mendapatkan penghargaan dari Kapolri, atas prestasi yang telah diraih karena melakukan perbuatan mulia, melebihi panggilan tugas dan mendorong kemajuan Polri," kata Kombes Pol Erlangga, Sabtu (14/10).

Diterangkan Kabid Humas Polda ini, kedua Polwan telah berhasil menggagalkan aksi perampokan senilai Rp99 juta, terhadap seorang korbannya yang sedang menukarkan uang dolar Singapura di money changer tersebut.

"Pas ketika pelaku beraksi, mobil Patroli Polwan Bripka Citra Amelia dan Briptu Santaria melintas. Melihat ada keributan yang mencekam, kedua Polwan langsung bergerak, serta melakukan tindakan tegas dengan menangkap pelaku kriminal tersebut," terangnya.

Atas panggilan tugas yang melebihi kemampuan normal tersebut, kedu Polwan ini akhirnya mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jum’at (13/10) kemarin, di Mabes Polri Jakarta.

"Mereka langsung bertemu dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Hasilnya, Bripka Citra Amelia dipromosikan mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi, Sedangkan Briptu Santaria Ida, mendapatkan Pin Emas dari Kapolri," kata Kombes Pol Erlangga. 

Dalam memberikan penghargaan kepada babarapa Polwan tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini mengatakan ada beberapa kelebihan dari seorang Polwan dalam menjalankan tugas sebagai polisi di lapangan. 

Misalnya dalam penanganan kasus anak di bawah umur, atau kasus asusila. Tugas ini tepat ditangani oleh seorang Polwan. Dan Polwan tidak boleh kalah oleh polisi laki laki (Polki).

Bahkan, Polwan punya sisi keibuannya, sehingga ia sangat mumpuni untuk menangani kasus anak di bawah umur, dan kasus susila. “Dan ini sangat tepat untuk ditangani oleh Polwan," jelas Kapolri.

Mantan Kadensus ini juga bercerita bahwa, seorang Polwan itu juga tidak boleh terlalu dieksploitasi terkait kecantikannya. Sehingga akan berdampak terhadap peran dan penugasan Polwan di lapangan.

"Polwan ialah, aparatur penegak hukum sesuai konstitusi dari institusi Polri ini. Semua tugas dan perannya harus dijalankan sesuai aturan dan kemampuan," kata Kapolri di Wisma Bhayangkari Mabes Polri, Jakarta Selatan. (HK/toeb)