Jakarta, InfoPublik - Sebanyak 108 penulis Tahap II dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pertemuan penulis bahan Literasi dalam rangka Gerakan Literasi Nasional 2017, Pertemuan penulis ini berlangsung di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 5-7 Oktober 2017.

"Pertemuan media penulis ini untuk menyelaraskan bahan bacaannya sesuai dengan penilaian dan rekomendasi Pusat Kurikulum Perbukuan (Puskurbuk)," tutur Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar, saat memberikan laporan Pertemuan penulis Bahasan Litrerasi dalam rangka Gerakan Literasi nasional 2017 di Hotel Santika, TMII Jakarta, Kamis (5/10) malam.

Dadang mengatakan bahan literasi tersebut berupa bacaan yang membantu penumbuhan budi pekerti anak bangsa. Tahun 2016 lalu Badan Bahasa sudah menerbitkan 165 buku bacaan cerita rakyat, untuk tahun 2017 ini Badan Bahasa sudah menyerahkan 266 buku bahan bacaan kepada Puskurbuk untuk dinilai dan selanjutnya akan diterbitkan oleh Badan Bahasa jika lolos.

Dadang menambahkan, penyediaan bahan bacaan literasi yang dilakukan oleh Badan Bahasa melalui Pusat Pembinaan pada tahun ini dilakukan melalui sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2017. Dari 727 naskah yang masuk, telah terpilih 120 naskah bacaan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Penulis terpilih kata dia, diundang ke Jakarta pada Pertemuan Tahap I pda tanggal 6-8 Juni 2017 untuk merevisi naskah mereka sesuai dengan masukan dewan juri sayembara. Hadiah berupa uang tunai Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) bagi penulis pemenang sayembara ini.

Menurut Dadang aspek yang ditinjau dan diperbaiki adalah kesesuaiannya dengan tingkat pendidikan, materi yang mendukung budi pekerti, penggunaan bahasa Indonesia, dan aspek grafika. "Setelah direvisi penulis, bahan bacaan pun dikirimkan ke Puskurbuk untuk dinilai kelayakannya menjadi bahan bacaan disekolah-sekolah Indonesia," katanya.

Pertemuan Penulis Tahap II ini kata Dadang, akan menjadi media penulis untuk menyelaraskan bahan bacaannya sesuai dengan penilaian dan rekomendasi Puskurbuk. "Selain itu pertemuan ini juga bermaksud untuk memperkuat pemahaman penulis mengenai bacaan yang baik dan menumbuhkan budi pekerti," tuturnya.

Hasil penyempurnaan buku yang dilakukan penulis dalam kegiatan ini akan dikumpulkan dan disunting kembali seta diselarasakhirkan oleh Tim Badan Bahasa agar siap diterbitkan dan didistribusikan kepada anak-anak Indonesia," pungkas Dadang Sunendar.

Turut hadir Mendikbud Muhadjir Effendy, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Awaluddin Tjaila, Kapus Pembinaan Bahasa, Gufran Ali Ibrahim.