Temanggung, InfoPublik – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Temanggung menegaskan tragedi yang terjadi di Rohingya, Myanmar, bukan merupakan persoalan agama.

Pernyataan Sikap Bersama ini diinisiasi oleh Polres Temanggung dengan dihadiri oleh elemen FKPD, MUI, TOGA dan TOMAS se-Kabupaten Temanggung.

Selain itu hadir juga perwakilan dari enam agama yaitu Katolik, Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Dalam acara ini Ketua FKUB Drs. M Faizun menegaskan bahwa tragedi yang terjadi di Rohingya, Myanmar, murni krisis kemanusiaan bukan persoalan agama.

“Tidak ada pembicaraan khusus dari FKUB terkait tragedi yang terjadi di Rohingya, jadi peristiwa yang terjadi di sana bukan peristiwa di Indonesia dan ini tidak ada hubungannya dengan agama. Jadi benar-benar tragedi kemanusiaan,” katanya usai acara pernyataan sikap bersama Rabu (6/9) di Pendopo Jenar Kantor Bupati Temanggung.

Dalam acara ini FKUB menyampaikan poin terkait pernyataan sikap bersama yang menyatakan keprihatinan dan mengecam tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya Myanmar, selanjutnya menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan tragedi kemanusiaan dan bukan permasalahan agama.

FKUB juga menolak segala bentuk provokasi yang terkait dengan konflik tersebut dengan membenturkan permasalahan agama, dan yang terakhir FKUB mengajak kepada seluruh kelompok agama di Kabupaten Temanggung agar selalu menjaga toleransi beragama dan tetap menjaga kesatuan NKRI yang berdasarkan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Faizun juga mengimbau untuk  seluruh umat beragama agar turut serta mendoakan tragedi kemanusiaan tersebut segera berakhir dan agar terus ditingkatkan kewaspadaan dengan adanya pihak-pihak yang ingin memecah belah kerukunan umat beragama dan meruntuhkan kedaulatan persatuan Rebuplik Indonesia. .

Dalam kesempatannya, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo juga mengimbau kepada masyarakat luas agar jangan mudah terpancing dengan gambar ataupun berita-berita hoax yang tersebar di media sosial. (MC Temanggung/Ria/Coeplist/Ekape/toeb)