Jakarta, InfoPublik - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyambut baik peluncuran produk digibank by DBS (digibank), layanan bank berbasis mobile, agar nasabah dapat menikmati cara baru dalam beraktivitas perbankan.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan DBS, mudah-mudahan Digibank DBS ini dapat memberikan kontribusi bagi fintech (keuangan digital) di Indonesia," kata Rudiantara dalam acara peluncuran Digink DBS di Museum BAnk Indonesia, Jakarta, Selasa (29/8) malam.

Rudiantara menambahkan Indonesia saat ini berada dalam suatu era, dimana kita tidak dapat lagi menghindar dari apa yang disebut teknologi digital.

Menurutnya, ekonomi Indonesia pun mulai pindah dari ekonomi yang berbasis komoditas ke ekonomi yang berbasis layanan. Hal ini lah yang menjadi dasar maraknya ekonomi digital. Pemerintah memproyeksikan ekonomi digital Indonesia di tahun 2020 akan mencapai 130 miliar dollar AS, atau sekitar 12 persen.

"Dengan bergesernya perekonomian Indonesia, yaitu dari yang berbasis komoditas menjadi berbasis layanan, hal ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi digital di negeri ini," ujarnya.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 132,7 juta orang atau 51,8 persen dari total penduduk Indonesia adalah pengguna internet.

Sedangkan survei We Are Social mengungkap bahwa 91 persen penduduk Indonesia memiliki ponsel dan 47 persen diantaranya memiliki smartphone.

Seiring dengan bertumbuhnya penetrasi internet, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa aktivitas e-banking di Indonesia mencapai 270 persen, dari 13,6 juta nasabah di tahun 2012 menjadi 54 juta nasabah di tahun 2016.

Frekuensi internet banking juga mencapai 169%, dimana sebelumnya terdapat 150,8 juta transaksi di tahun 2012 menjadi 406,6 juta transaksi di tahun 2016.

Piyush Gupta, Grup CEO DBS mengatakan beberapa tahun lalu DBS tidak membayangkan dapat mempersembahkan sebuah bank dengan keunggulan sepenuhnya ke dalam satu genggaman.

Dengan digibank, lanjutnya, DBS telah membangun sebuah bank yang menyatukan kekuatan biometric, Bahasa sehari-hari, artificial intelligence dan sistem pengamanan in-built sekaligus.

"Kami percaya bahwa persembahan berbasis mobile ini mewakili masa depan perbankan; dan kami sangat senang memperkenalkannya ke Indonesia – pasar utama kami di Asia," ujar Piyush Gupta.

Paulus Sutisna, Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pengguna internet dan smartphone bertumbuh pesat di Indonesia.

Seiring dengan ini, lanjut Paulus, pihaknya telah  mengamati perubahan perilaku nasabah dan orang-orang semakin menginginkan cara yang sederhana, cepat serta praktis dalam melakukan transaksi perbankan.

"Untuk itu, sebagai bank yang berkomitmen untuk membentuk masa depan perbankan, kami berbahagia memperkenalkan digibank ke Indonesia agar nasabah dapat melakukan kegiatan perbankan kapan saja, dan dari mana saja," kata Paulus.