Atambua, InfoPublik - Dari 2.500 desa di seluruh Indonesia yang belum teraliri listrik, hampir setengahnya ada di wilayah timur Indonesia, yakni di pulau-pulau terluar dan perbatasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Meski demikian. PT PLN (Persero) memiliki target menuntaskan tugas menerangi negeri pada 2019. “Berdasarkan Permen BUMN Nomor 39 Tahun 2016, ini tugas kita, BUMN untuk Negeri, pada 2019 sudah harus selesai,” janji Direktur Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko R Abumanan, Kamis (17/8), usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan RI di Pos Lintas Batas Negara (PLNB) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia mengatakan Menteri BUMN meminta kepada semua unitnya dibagi ke seluruh pelosok, terutama di daerah perbatasan dan pulau terluar, untuk memperingati kemerdekaan bersama. “Khusus di pos lintas ini, kita ingin melihat, dulu milik tetangga lebih baik. Tapi kini punya kita jauh lebih bagus,” katanya.

Terkait masih banyaknya desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik, Djoko mengungkapkan semula banyak pekerjaan di pulau terluar yang ditawarkan kepada pihak swasta. “Tapi tidak ada yang berminat, sehingga PLN mengambil alih,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, GM PLN Regional Nusa Tenggara  Ricard Safkaur menambahkan di NTT, dari 1.200 desa yang belum terang, saat ini sudah tertangani 598 desa. “Khusus di Kabupaten Belu, tinggal desa yang belum terlistriki. Targetnya, akhir 2018, sudah 100 persen,” yakin Ricard.

Peringatan Upacara Kemerdekaan dipusatkan di PLNB Motaain, yang merupakan Perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Hal ini sebagai lambang semangat untuk menjaga kedaulatan  NKRI.

BUMN Kelistrikan ini melihat perkembangan wilayah perbatasan perlu mendapat perhatian khusus mengingat daerah perbatasan merupakan garda depan sebuah negara. Sebagai agen pembangunan, PLN merasa penting untuk terus melakukan pembangunan Indonesia dimulai dari wilayah perbatasan.

Upacara di PLBN Motaain dilaksanakan PLN mengusung tema Nasional "Kerja Bersama" sebagai perwujudan gotong royong dalam upaya memajukan bangsa, termasuk dalam upaya untuk pembangunan kelistrikan Nasional.

Dalam sambutannya pembina upacara mengungkapkan Listrik adalah salah satu pendorong perekonomian. Ketersediaan listrik akan menimbulkan investasi untuk suatu daerah. Upaya pembangunan infratruktur harus dilakukan hingga perbatasan.

Rangkaian kegiatan Peringatan HUT RI di NTT juga diisi dengan penyerahan bantuan pendidikan ke SMAK Suria Atambua, pesta rakyat dan kuliner, bedah rumah veteran, konser kemerdekaan dan jalan sehat. Keseluruhan kegiatan ini adalah wujud BUMN Hadir untuk Negeri dimana melibatkan seluruh BUMN, instansi pemerintah daerah, dan masyarakat di wilayah Atambua, NTT untuk turut serta memeriahkan kemerdekaan RI.