Atambua, InfoPublik - Tepat pukul 09:30 Wita, Kamis (17/8), upacara pengibaran bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia, dilakukan di Pantai Silawan, sekitar 200 meter dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaen Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Upacara kemerdekaan yang diikuti masyarakat se-Kecamatan Tasifeto Timur ini, mendapat apresiasi besar dari pemerintah pusat, mengingat wilayah tersebut merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. “Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas semangat NKRI dari masyarakat di perbatasan ini. Dirgahayu RI, merdeka, merdeka, merdeka,” kata Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Nuryanto dalam sambutan sebagai inspektur upacara.

Meski upacara kemerdekaan ini hanya di tingkat kecamatan, namun kehadiran pejabat Eselon I dari Jakarta membuktikan betapa pentingnya wilayah perbatasan ini di mata pemerintah pusat. “Pemerintah ingin mewujudkan kesejahteraan di perbatasan dengan hadir melakukan pembangunan infrastruktur,” jelas Nuryanto.

Ia menyampaikan pesan Mendagri, mengajak semua pejabat, tokoh  masyarakat, tokoh agama, para siswa dan mahasiswa di daerah, untuk mengisi kemerdekaan dengan bekerja bersama dan bersama bekerja. “Sesuai tema besar peringatan kemerdekaan tahun ini, Indonesia kerja bersama,” katanya yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Belu Petrus Bere dan Kepala PLBN Motaain Tiolan Hutagalung.

Tepat satu jam, upacara yang diikuti sejumlah pejabat kabupaten, anggota DPRD Kabupaten Belu, unsur Muspika Kecamatan Tasifeto Timur, aparat keamanan (TNI dan Polri), serta ratusan mahasiswa dan siswa, berlangsung khidmat. Tak mau ketinggalan, warga sekitar  Desa Silawan dan sekitarnya juga turut menyaksikan upacara di bawah terik matahari pantai tersebut.

“Berkatilah pemimpin kami dari pusat sampai perbatasan negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Pendeta Santo Paroki setempat dalam doanya pada upacara tersebut.