Tanjung, InfoPublik - Kementerian Agama (Kemenag) Tabalong melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar sosialisasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Selasa (25/07).

Kasi PD Pontren, Drs. H. Husni Thamrin mengatakan KIP dapat digunakan santri hingga berusia 21 tahun. Data KIP telah terekam di basis data terpadu Kementerian Agama dan Kementeian Sosial. “Jadi tidak dapat dipindahtangankan atau dipakai orang lain,” katanya.

Menurutnya, data santri penerima KIP tersebut, diambil dari data Education Management Information System (EMIS) pada Kementerian Agama di Kabupaten/Kota. “Dari basis data tersebut yang memenuhi kriteria penerima KIP pada tingkat wustha sebanyak 28 orang dan tingkat ulya’ sebanyak 18 orang,” terangnya.

Pihaknya mengharapkan dengan adanya program KIP mampu menghilangkan hambatan secara ekonomi bagi santri untuk mendapatkan akses layanan pendidikan pada satuan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.

“Manfaatkan bantuan tu n/ai pendidikan yang diterima sesuai peruntukannya untuk memenuhi kebutuhan pendukung biaya pendidikan, kita berharap para santri bisa belajar tanpa memikirkan biaya lagi,”ujarnya.

Sementara itu Kasi PD Pontren juga menegaskan kepada pimpinan Pondok Pesantren agar senantiasa kooperatif dan memahami tentang regulasi program KIP tersebut, sehingga tahapan pengajuan berkas, penyaluran sampai dengan pertanggungjawaban dapat berjalan lancar. “Mohon semua pihak yang terlibat agar bisa menjalankan sesuai petunjuk teknis,” pungkasnya.

Kegiatan Sosialisasi KIP turut dihadiri Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tabalong, Kepala Pondok Pesantren dan seluruh Penerima Kartu KIP. (MC TabalongYana/Eyv)