Bone Bolango, InfoPublik - Kecamatan Pinogu merupakan salah satu kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo bagian timur. Akses jalan menuju kecamatan yang memiliki lima desa dan berpenduduk hampir 3.000 ini, terbilang cukup sulit sebab jalannya sangat ekstrim, curam dan juga berlumpur.

Mungkin jalan ke Kecamatan Pinogu yang berjarak kurang lebih 43 km dari Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur ini, merupakan sebuah tantangan yang cukup berat bagi kebanyakan orang yang belum pernah ke wilayah ini, karena akses jalannya yang cukup sulit.

Di tambah lagi biaya transportasi ojek motor berkisar Rp350-400 ribu satu kali jalan atau pergi-pulang Rp700-800 ribu.
Bahkan untuk bisa sampai ke Pinogu dengan keberadaan akses jalan sekarang, itu butuh waktu 9-12 jam dengan naik ojek atau motor trail yang sudah di modifikasi khusus. Namun bagi tukang ojek setempat, akses jalan ini sudah menjadi hal yang biasa untuk  mereka lewati.

Perjalanan ke Pinogu, ini adalah sebuah pengalaman pertama bagi mereka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan tahun 2017 Kabupaten Bone Bolango yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia yang ditempatkan di wilayah ini.

Seperti yang diutarakan Intan Firdausi, mahasiswi KKN Kebangsaan 2017 dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Hasanuddin Makassar. Intan mengatakan sebelum dirinya tahu dapat lokasi KKN Kebangsaan di Pinogu, dia berpikir Pinogu itu sangat-sangat terisolir, bahkan berpikir bahwa Pinogu itu masih primitif.

Karena saking susahnya ketika semua orang dengar Pinogu itu, merasa takut karena seram. Tapi setelah dia sampai di Pinogu, ternyata Kecamatan Pinogu pemandangannya indah, asri dan alamiah. Bahkan rumah-rumah penduduk sudah di tata sedemikian rupa seperti berada di lokasi perumahan. Hanya memang akses jalannya saja yang sangat sulit dan tidak ada jaringan telekomunikasi.

“Orang merasa kesini itu sangat terisolir dan terpencil, tapi ternyata orang-orang disini punya pemikiran bahkan sangat modern, hanya memang akses jalan menuju ke Pinogu ini sangat menantang dan luar biasa perjalannya. Alhamdulillah setelah saya sampai disini juga semuanya terbayarkan karena di Pinogu itu sangat asri karena kita sangat jarang melihat pemandangan seperti ini,” ungkap Intan Firdausi, Senin (24/7).

Karena itu, Intan berharap ke depan akses jalan ke Pinogu tersebut bisa lebih bagus. Kalaupun itu alasannya untuk melindungi hutan atau taman nasional bahkan habibat hewan-hewan. Tapi kenapa bukan manusianya yang dilindungi karena perjalanan menuju ke Pinogu itu, luar biasa dan betul-betul berbahaya.

Intan menceritakan, saking berbahayanya perjalanan menuju ke Pinogu, beberapa kali teman-temannya ada yang jatuh dari kenderaan ojek, tapi tidak sampai kenapa-kenapa bahkan kita tetap terus percaya sama tukang ojek.

“Jadi harapan saya mungkin akses jalan ini bagaimana sekiranya bisa dibangun yang tidak merusak taman nasional, tapi juga baik untuk manusia terutama untuk perjalanannya agar tidak membahayakan,” tuturnya.

Disisi lain, ulas Intan Firdausi, dia perhatikan sikap sosial masyarakat Pinogu sangat baik bahkan ketika motor ojek yang dia naiki itu peleknya sempat pecah dua kali, tapi dia melihat gotong royong sesama ojek itu sangat luar biasa.

“Saya melihat sesama tukang ojek disini, mereka saling membantu satu sama lain. Bahkan waktu motor ojek yang saya naiki mogok dan rusak, maka salah satu ojek menjatuhkan potong pisang, tujuannya agar ojek-ojek yang lain tidak lanjut jalan. Dia minta ojek-ojek lainnya jangan pergi dulu, untuk bantuin teman yang ojek yang lagi kesusahan karena motor ojeknya mogok dan rusak. Jadi saya melihat, ini luar biasa gotong royongnya,” ulasnya.

Karena itu, Intan mengatakan lewat pelaksanaan KKN Kebangsaan 2017 ini, dirinya berharap terkait ketersediaan akses jalan menuju ke Pinogu ini bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo. Karena Pinogu memiliki potensi yang sangat besar.

“Jika Pinogu ini bisa dapat bantuan lebih besar dari pemerintah pusat, terutama soal pembangunan infrastruktur akses jalan, saya yakin Pinogu bisa berkembang lebih pesat dari yang sekarang,” katanya.

Hal sama juga diungkapkan Tawakal, mahasiswa KKN Kebangsaan 2017 dari Universitas Haluoleo, Kendari, Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultasi Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, yang juga mendapatkan lokasi di KKN Kebangsaan di Kecamatan Pinogu.

Menurutnya, akses jalan ke Pinogu sangat luar biasa ekstrem. “Alhamdulillah saya sempat mendokumentasikan beberapa video perjalanan menuju ke Pinogu, dan itu nantinya saya akan kirim di beberapa media sosial. Semoga video keberadaan akses jalan ke Pinogu ini bisa dilihat oleh pemerintah, dan mengharapkan semoga bisa dilihat oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Tawakal dan menambahkan memang jalan ke Pinogu sungguh sangat-sangat ekstrem tapi kalau sudah sampai di Pinogu itu sangat memuaskan.

Sementara itu, Surya Sapto Nugroho mahasiswa KKN Kebangsaan 2017 dari Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, Jawa Tengah, Fakultas Ekonomi dam Bisnis Jurusan Pendidikan Ekonomi, mengatakan akses jalan ke Pinogu itu memang berbeda dengan yang lain.

“Bukan KKN Kebangsaan kalau kita tidak melewati jalan seperti ke Pinogu,” katanya.

Kata Surya, walaupun jalannya ekstrem, tapi itu menjadi oleh-oleh baginya ketika balik ke Jawa nanti. “Saya akan menceritakan ke orang-orang bahwa meski ada kecamatan di tengah-tengah taman nasional, tetapi kecamatan itu sudah sangat maju dari segi pembangunan di pusat pemerintahan kecamatan dan desa. Jalannya sudah rabat beton dan listriknya sudah ada, serta masyarakatnya ramah-ramah meskipun harus melewati akses jalan yang ekstrem,” katanya.

Dia pun berharap kepada pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo sesuai dengan nawa cita-nya presiden terkait penyediaan infrastruktur. Meskipun ada aturan yang tidak memperbolehkan itu jalan ke Pinogu untuk dibangun, tapi paling tidak akses jalannya bisa dilalui masyarakat dan kenderaan dengan mudah, serta bisa ditempuh tidak terlalu lama.

Saat ini untuk sampai ke Pinogu itu butuh waktu hingga belasan jam. “Masyarakat disini pasti bisa lebih makmur lagi kalau jalannya sudah lancar dan Pinogu akan terekspos,” tandasnya. (MC Bone Bolango/Humas/Kadir)