Jakarta, InfoPublik - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto, menyampaikan rekomendasi hasil rumusan dalam Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2017.

Menurut Unggul, terdapat rekomendasi dari tiga bidang teknologi, yaitu rekomendasi bidang teknologi kesehatan, bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan bidang teknologi transportasi.

Beberapa substansi penting telah dihasilkan dalam kongres untuk komisi teknologi kesehatan kali ini, antara lain industri farmasi dan alat kesehatan nasional sudah saatnya melakukan transformasi menuju industri yang mengedepankan riset dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing," katanya saat penutupan KTN, di Jakarta, Rabu (19/7).

Selain itu lanjutnya, industri bahan baku obat dan alat kesehatan merupakan industri hulu yang sangat penting dikembangkan untuk memperkuat struktur farmasi dan alat kesehatan nasional. Termasuk juga infrastruktur riset dan inovasi, dukungan kebijakan dan regulasi yang operasional, serta roadmap produk yang terverifikasi dengan kerangka waktu capaian (output/outcome based time line) yang terukur.

"Hal ini menjadi acuan penting dalam melakukan percepatan rencana aksi industrialisasi produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri yang kompetitif," ujar Unggul.

Kemudian, beberapa butir rekomendasi terkait TIK, antara lain mengenai perlunya kebijakan pengamanan data dan infrastruktur melalui pengembangan Landasan Hukum Pengamanan Infrastruktur Kritis Nasional (Critical Information Infrastructure Protection Plan), juga penguatan peran dan tupoksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk koordinasi, serta harmonisasi solusi keamanan siber.

"Pengembangan inovasi teknologi keamanan siber sebagai salah satu fondasi yang perlu dibangun di era pentingnya masalah keamanan informasi dalam menjaga kedaulatan negara," ungkapnya.

Di sektor TIK untuk transportasi, telah disepakati semakin pentingnya peran TIK guna peningkatan keamanan, kualitas layanan dan kenyamanan pengguna.

Bidang teknologi transportasi antara lain juga menghasilkan rekomendasi sebagai berikut, kebijakan konektivitas dan logistik nasional, kebijakan pengembangan perkeretaapian dan transportasi perkotaan, serta inovasi teknologi perkeretaapian dan transportasi perkotaan.

Disebutkan, kebijakan konektivitas dan logistik nasional mencakup pengalihan beban transportasi darat ke tranportasi laut dengan target menjadi 20 persen tahun 2030, begitu pula transportasi jalan ke kereta api dengan target menjadi 11-13 persen untuk angkutan penumpang, dan 15-17 persen untuk angkutan barang di tahun 2030.

Menurutnya, kebijakan pengembangan perkeretaapian ditujukan untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kecepatan kereta api Jakarta - Surabaya sebagai komplementer transportasi udara, mendorong pemanfaatan kereta api sebagai angkutan barang untuk mengurangi beban jalan raya, pengembangan dry port, serta kebijakan insentif atas barang-barang yang diangkut melalui kereta api.

Kebijakan transportasi perkotaan ditujukan untuk menata kebijakan mengatasi kemacetan lalu lintas di perkotaan dengan meningkatkan mode share angkutan umum di tahun 2025 sebesar 30 persen. Termasuk penerapan teknologi Intelligent Transportation System (ITS) untuk manajemen lalu lintas dalam mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas-ruas jalan.

“Tentunya rekomendasi yang dihasilkan ini adalah buah dari pemaparan dan diskusi intensif dan produktif selama berlangsungnya kongres ini, dipastikan merupakan intisari dari berbagai permasalahan, pemikiran, dan tawaran solusi yang sesuai dengan situasi dan tantangan terkini,” pungkasnya.