Jakarta, InfoPublik – Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pra studi peningkatan kelayakan kecepatan kereta api.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperoleh gambaran objektif dalam pengambilan keputusan mengenai pemilihan teknologi, skema pembiayaan dan rencana implementasi proyek kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Zulmafendi mengatakan, pihaknya dengan BPPT saat ini sedang bekerja sama melakukan pra studi pengembangan kereta api, termasuk juga pra studi peningkatan kelayakan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya.

“Kerja sama pra studi ini sudah dilakukan mulai bulan Juni yang lalu, mudah-mudahan nanti sesuai dengan jadwal, akhir Juli atau awal Agustus ini sudah selesai, untuk laporan pendahuluannya,” kata Zulmafendi di sela-sela KTN 2017 hari kedua di BPPT, Jakarta, Selasa (18/7).

Menurutnya, setelah laporan pendahuluan selesai, nanti bisa terlihat opsi apa yang dibutuhkan, terutama dari aspek teknologi apa yang akan dipakai, kemudian skema pembiayaannya seperti apa.

“Jadi di laporan pendahuluan nanti, kita bisa lihat aspek teknologi apa, apakah kita akan menggunakan track yang existing, apakah kita membangun, kita tidak mau mendahului. Biarkan pra studi ini berjalan dahulu, setelah itu akan terlihat opsi-opsi seperti apa, dan opsi ini nanti yang akan kita sampaikan, mana keputusan yang akan diambil, di dalam laporan pendahuluan tersebut juga ada, kalau kita akan menggunakan track existing, apakah akan menambah kecepatan, termasuk juga bagaimana perlintasan sebidang nanti seperti apa. Itu semua  bisa diihat dalam laporan pendahuluan dengan jelas,” ungkapnya.

Sementara itu,  untuk program pembangunan Kereta Trans Papua, sebenarnya akan dilakukan studi tahun 2017, dan diperkirakan sampai 2021. Kajian sudah dilakukan, dan sebagian sedang berjalan.

Disebutkan Kereta Trans Papua, sementara akan menghubungkan Sorong sampai Manokwari, dengan panjang kurang lebih 390 km, yang totalnya Trans Papua sampai 758 km, diperkirakan nilai investasi nantinya sekitar Rp39 triliun.