Sukabumi, InfoPublik - Seiring dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Dinas Pendidikan Kora Sukabumi, Jawa Barat, yang harus memberikan kado 100 tahun Indonesia Merdeka pada tahun 2045. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Lembursitu siap menciptakan Generasi Emas Insan Cerdas yang Kompetitif.

"Kita siap menciptakan generasi emas Insan Cerdas yang Kompetitif, kado 100 tahun Indonesia Merdeka," kata Kepala KB dan TK Negeri Pembina Lembursitu Neneh Suryaman kepada InfoPublik, di ruang kerjanya di Jalan Pelabuhan II Km 5 No. 167 Sukabumi, Jawa Barat, Senin (17/7) pada hari pertama anak masuk sekolah.

Menurut Neneh, untuk menciptakan insan cerdas yang kompetitif, harus dimulai dari gurunya, di antaranya bagaimana tata guru berbicara, cara guru berpakaian dan cara guru bersikap terhadap anak. "Jadi apa yang dilihat oleh anak yang mash polos ini selalu terekam di otak anak tersebut. Anak yang polos itu diibaratkan seperti kaset yang kosong," tegasnya.

Neneh menjelaskan, mendidik anak itu tidaklah mudah seperti dugaan orang, sepintas itu hanya belajar keterampilan dan ilmu pengetahuan saja memang mudah. "Namun yang paling sulit itu adalah justru merubah karakter anak itu, di mana dibutuhkan kesabaran bagi ibu guru untuk mengajarkannya berkali-kali," ungkapnya

Neneh mencontohkan, bagaimana seorang guru mengajarkan anak agar masuk kelas menggunakan kaki kanan, ini selalu diajarkan berkali-kali oleh guru, karena kalau anak tersebut salah dengan menggunakan kaki kiri, maka anak tersebut harus mengulang lagi sampai benar dengan kaki kanan untuk masuk kelas.

Begitu juga anak yang masih polos ini diajarkan agar bila masuk halaman sekolah mereka harus absen dulu dengan menuliskan nama dan tanda tangan, memang untuk nama anak tersebut dibantu oleh orang tuanya untuk menulisnya, tapi untuk tanda tangan anak tersebut harus menggambar apa saja yang ada dipikirannya misalnya gambar buah atau lainnya.

"Harapan saya semoga apa yang diharapkan oleh pemerintah seperti mengantar anak sekolah di hari pertama, masa perkenalan lngkungan sekolah  dan menciptakan lagu masuk sekolah dapat berjalan dengan baik," ujarnya.