Jakarta, Infopublik -  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan Indonesia bukan yang terparah menerima  serangan Ransomware WannaCry, namun demikian upaya pencegah tetap dilakukan.

"Dari data yang kita verifikasi. Kalau menurut saya Indonesia tidak separah negara lain seperti negara tetangga kita lebih parah," kata Rudiantara usai upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (19/5).

Menurutnya antispasi serangan wannacry ini telah dilakukan Kemkominfo bersama Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII), penggiat Hacker Putih dan Internasional serta engineering untuk mencoba meng-creck virus tersebut dan terus memonitor dari 5 menit hingga 24 jam.

Ia menyebutkan Inggris dan Skotlandia yang Rumah Sakitnya mendapat serangan wannacry yang paling banyak sehingga pelayanan terganggu. Di Indonesia sendiri hanya RS Dharmais sehingga terganggu pelayanan elektronik dan melakukan secara manual.

Sementara itu, disinggung pembentukan Badan Cyber Nasional (Bacynas), dikaitkan adanya Wannacry. Menkominfo Rudiantara membantah, dan kembali menegaskan bahwa pembentukan Bacynas disiapkan pemerintah bukan karena ada serangan wannacry. Melainkan dibentuk untuk mengintegrasikan semua aktivitas yang ada di kementerian/lembaga, institusi serta organisasi.

"Dibentuknya Bacynas ini agar terintegrasi K/L secara efektif penanganan cyber. Dari mulai pencegahan dan sosialisasi hingga recovery," katanya.

Saat ini perkembangan pembentukan Bacynas menurut Rudiantara, sudah tahap akhir karena menteri-menteri yang terkait dengan penanganan cyber sudah menandatangani draf Perpres Bacynas Sebelumnya penanganan Cyber masih terpisah pisah. "Draf Perpres bacynas sudah ditandatangani Menteri-menteri yang terkait cyber. Tinggal tunggu Waktu," ungkapnya.