Surabaya, InfoPublik-Pelaksanaan Pilkada serentak di Jawa Timur bakal digelar 2018. Dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko menegaskan bakal membantu pengamanan dan menegaskan netralitas TNI dalam hal politik praktis tersebut.

"Dalam hal Pilkada, prinsip dasarnya TNI tetap mengedepankan netralitas dan membantu aparat terkait dalam hal pengamanan. Ini untuk mewujudkan Pilkada kondusif, sehingga bisa berlangsung jujur, adil, demokratis, aman, tertib, dan lancar," tegas jenderal bintang dua tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (26/4).

Untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Jatim yakni untuk pemilihan gubernur dan bersamaan dengan Pilkada di 18 kabupaten/kota di Jatim . Adapun 18 daerah yang menggelar pilkada, yakni Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Selain itu, ada pula Sampang, Pamekasan, Bondowoso, Kota Kediri, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo. Kemudian Lumajang, Magetan, Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, dan juga Tulungagung.

Untuk pelaksnaannya, KPU dan DPR telah sepakat menentukan tanggal gelaran Pilkada Serentak 2018 pada 27 Juni 2018 mendatang. "Kami sampaikan kenapa coblosan 27 Juni karena tanggal 14-15 itu hari raya. Kemudian karena coblosan 27 Juni, jadwal kampanye salah satunya memasuki periode bulan puasa," ujar Ketua KPU Arief Budiman.

Arief menjelaskan, soal Pilkada 2018 yang digelar hari Rabu dengan pertimbangan yakni partisipasi masyarakat untuk memilih tinggi. "Kenapa Rabu, kalau Senin ada yang nyambung liburnya, semangat menggunakan hak pilihnya menurun. Jumat terpotong. Paling memungkinkan Rabu. Setelah Pilkada 2015 juga banyak Rabu. Tingkat partisipasinya tinggi," ujarnya. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-afr/eyv)