Ternate, InfoPublik - Cuaca buruk dalam sepekan terakhir berpengaruh terhadap produksi rumput laut yang ada di Ternate, Maluku Utara (Malut), bahkan untuk kualitas rumput laut juga mengalami penurunan.

"Hingga akhir Desember pengiriman keluar atau ke Pulau Jawa hanya mencapai 14 ton, artinya terjadi penurunan jika dibandingkan dengan pengiriman sebelumnya," kata Manager Pabrik Rumput Laut, Erna Talib di Ternate, Selasa, (3/1).

Dia mengaku, cuaca buruk yang terjadi saat ini sangat berpengaruh pada kualitas produksi, kadar rumput laut pun mengalami penurunan.

Sebab, pengeringan bahan baku rumput laut hanya mengandalkan panas matahari sehingga jika terjadi hujan seperti sekarang ini sangat berpengaruh terutama pada kualitas bahan baku, dan bahan baku mulai alami kekurangan pembobotan.

"Kita tidak bisa berbuat banyak karena kita berharap dengan kondisi panas agar bahan baku bisa diproses lebih banyak lagi untuk produksi," ujarnya.

Sehingga, rumput laut yang biasanya diproduksi mencapai 18 ton dalam setiap kali pengiriman, namun untuk produksi pada Desember hanya 14 ton.

Sementara itu, untuk perolehan bahan baku sendiri saat ini hanya dari Obi, untuk daerah lain seperti Morotai, Bacan dan lainnya belum ada pasokan bahan baku, hal ini juga berpengaruh pada peningkatan produksi.

Saat ini persediaan rumput laut di gudang masih tersedia, sehingga produksi masih menggunakan stok yang ada. Sementara produksi baru sudah mulai berkurang, lantaran yang diterima hanya dari satu daerah saja. (MC.Prov.Maluku/ant/LL/Eyv)