Palembang, InfoPublik - Walikota Palembang Harnojoyo tak jemu-jemunya mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengidamkan sungai dan anak sungai di Palembang bisa seperti yang ada di Korea Selatan.

“Wariskan kepada anak cucu kita, generasi muda, lingkungan yang sehat dan bersih,” ujar Harnojoyo, saat memberi pengarahan di acara gotong royong di RT 24, 25, 28, 39, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Minggu (4/12).

Gotong royong itu melibatkan masyarakat, pejabat pemkot, camat, lurah, dan relawan kebersihan. Salah satu upaya mewariskan lingkungan yang bersih dan sehat, itu dengan menjaga kebersihan drainase, anak sungai.

“Jangan anggap remeh gotong royong yang kita lakukan setiap pekan. Selain untuk menjalin silaturahmi, dengan gotong royong kita bisa berkoordinasi, mencari solusi bagaimana membuat lingkungan, terutama drainase dan anak sungai lebih baik. Gotong royong dan silaturahmi itu adalah budaya luhur bangsa. Harus kita galakkan lagi,” kata Harnojoyo.

Ia menyebutkan, selain manfaat di atas, gotong royong juga bisa menghemat APBD Palembang. “Kita hitung-hitung, dalam sekali gotong royong, kita bisa menghemat dana APBD sekitar Rp350-500 juta seminggu.”

Harnojoyo menjelaskan, tanpa melibatkan masyarakat, pemerintah kota, melalui Dinas PU Bina Marga dan PSDA, harus mengeluarkan uang untuk menyewa alat berat, membayar petugas, belum termasuk konsumsi dan pengeluaran lainnya.

“Dengan gotong royong, yang sekitar dua jam setiap minggu, berapa banyak drainase dan anak sungai yang sudah kita bersihkan. Sejak dicanangkan 1,5 tahun lalu, kita sudah membersihkan sekitar 70 anak sungai.

Mayoritas anak sungai di Palembang ini kondisinya memperihatinkan. Kalau airnya tinggi, ada tanaman enceng gondok. Kalau airnya surut, ada endapan lumpur dan sampah.”

Dengan gotong royong, sampah-sampah di drainase dan anak sungai diangkut. Terkecuali untuk anak sungai yang tidak bisa lagi dilakukan dengan gotong royong, karena sampahnya sudah terlalu tebal, atau karena endapan lumpurnya tinggi, sehingga perlu dikeruk. Kalau kondisinya sudah seperti itu, anak sungainya kita normalisasi.

Harnojoyo menyebutkan, Pemkot akan membeli alat berat jenis amfibi untuk menormalisasi sungai. Jenis amfibi dipilih karena lebih dinamis dan bisa menyusuri sungai.

“Tahun depan, sekitar bulan Februari, kita datangkan. Jadi kita tak perlu lagi terjun langsung ke sungai tiap minggu. Pekerjaan yang sulit bisa dilakukan alat berat,” Harnojoyo menerangkan.

Melalui normalisasi, Harnojoyo mengharapkan aktivitas masyarakat di sungai maupun anak sungai, menggeliat lagi, seperti dulu. Harnojoyo mengidamkan sungai dan anak sungai di Palembang bisa seperti Korea Selatan.

Negeri Ginseng itu tipikal sungai dan anak sungainya mirip dengan Palembang. Dari sejumlah referensi di dunia maya, kata Harnojoyo, dulunya kondisi sungai di Korsel penuh sampah, jorok, lingkungan sekitar kumuh. Sekarang kondisinya 180 derajat. Sungai di Korsel sangat bagus dan indah.

“Palembang bisa seperti itu. Kita mulai dengan Sungai Sekanak hingga ke Palembang Icon. Kalau bisa aktivitas ke sana menggunakan perahu. Sekarang kita pompanisasi di Sungai Bendung,” Harnojoyo menyebutkan.

Sungai Bendung termasuk sistem sungai terbesar. Darinya mengalir sejumlah anak sungai, yang selanjutnya bermuara sungai induk, Sungai Musi.

Di acara tersebut, Walikota Harnojoyo juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian masyarakat di Kelurahan 20 Ilir D II, yakni di RT 24, 25, 28, 39. “Baju saya hanya basah dan kotor sedikit. Tak perlu terjun lagi hari ini. Mari kita jaga terus kebersihan. Jangan dikotori dengan sampah,” ujar Harnojoyo.

Dari informasi yang dihimpun, beberapa pekan sebelum Harnojoyo ke Kelurahan 20 Ilir D II, camat, lurah, pejabat dan masyarakat di sana sudah bergotong royong membersihkan drainase. Jadi hari ini Walikota Harnojoyo tidak “berkubang’ dengan lumpur dan sampah.

“Ini membuktikan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sudah semakin meningkat. Kita harapkan di kelurahan-kelurahan lain di Palembang juga seperti itu,” ujar Akhmad Mustain, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Palembang, saat dibincangi di lokasi acara. (MC Palembang/Hidayatullah/toeb)