Surabaya, InfoPublik - Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TI-RAB) mengunjungi Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui apa saja inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah kabupaten/kota.

Tim ini bertugas mencari masukan inovasi pelayanan publik terbaik dari berbagai daerah untuk direkomendasikan kepada Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla selaku Ketua TI-RAB.

Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, saat diterima di Gedung Negara Grahadi, Kamis (24/11) mengatakan, TI-RAB merupakan tim penasehat wakil presiden selaku ketua pengarah birokrasi reformasi nasional. Selain mencari masukan, tim ini juga memberi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik termasuk mengatasi problem penanggulangan berbagai pemungutan liar.

Dikatakannya, ada tiga hal tujuan kunjungannya ke Jawa Timur. Pertama, pihaknya ingin mendengar dari pemprov Jatim terkait banyaknya inovasi yang sudah dihasilkan.

"Ini penting, bagaimana pemerintah pusat dalam memberikan peran pada pemerintah provinsi dalam mendorong inovasi. Bahkan mungkin pak sekda bisa share, bagaimana sebaiknya mendorong inovasi publik," ujar Eko Prasojo.

Kedua, kata Eko, pihaknya ingin mengetahui apa saja inovasi terbaru  dari Jatim. "Saya mendengar tahun ini ada sekitar 200 inovasi yang diseleksi hingga menjadi 12," katanya.

Ketiga, lebih lanjut dikatakan, pihaknya berharap ada hal-hal yang perlu disampaikan kepada pemerintah pusat terkait pelaksanaan reformasi birokrasi. Seperti proses pelayanan publik yang harus terus diperbaiki dimasa mendatang.

"Kami berharap kedatangan kami bisa lebih produktif, sehingga bisa disampaikan kepada bapak wakil presiden," tuturnya.Sekda prov Jatim, Akhmad Sukardi, saat menerima TIRBN mengatakan, Pemprov Jatim mempunyai komitmen terwujudnya visi dan misi pembangunan yang sudah tercantum di RPJMD 2014-2019. Antara lain, meningkatkan kesejahteraan rakyat berkeadilan. Selain itu, meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing serta dengan berbasis agrobisnis dan industrialisais.

Jatim juga berkomitmen meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dan penataan ruang. Termasuk meningkatkan reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Selain itu juga meningkatkan kualitas kesalehan sosial dan harmoni sosial.

Upaya Pemprov Jatim dalam pelayan publik yakni dengan menggelar pameran pelayanan publik, lomba inovasi pelayanan publik, laporan pengaduan masyarakat melalui biro organisasi bekerjasama dengan ombudsman, dan memonitoring serta mengevaluasi tentang kepatuhan terhadap UU 25 tahun 2009.

Selain itu Gubernur juga menerbitkan surat kepada semua kepala SKPD untuk membuat inovasi. "Di Jatim, inovasi harus dijadikan geraklan atau pembudayaan," kata Sukardi.

Adapun lima top 35 inovasi di Jatim yang menjadi unggulan, yakni pertama, "Ini Lo Pakde" yakni. Ini merupakan inovasi pengelolaan keuangan daerah. Sebuah model atau solusi meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah dari UPT LPKD dan BPKAD.

Kedua, "Under Water Restocking". Ini adalah inovasi peningkatan sumber daya ikan melalui benih di dasar laut dari Dinas Perikanan dan Kelautan.

Ketiga, "Bravo Pala Indonesia". Sebuah solusi menghilangkan notifikasi Pala dari Dinas pertanian. Keempat, "MLM Pasung". Sebuah cara cepat Jatim agar bebas Pasung dari RS Jiwa Menur. Kelima, "Persalinan lancar dan Nyaman dengan STIPUTS BRA (Stimulus Puting Susu Bra)". Ini sebuah inovasi terbaru dari RS Saiful Anwar Malang.(MC Diskominfo Prov Jatim/non-sti/eyv)