Pekanbaru, InfoPublik - Home Schooling Keluarga Muslim (HSKM) Pekanbaru merupakan komunitas belajar keluarga muslim yang berada di kota Pekanbaru dan sekitarnya, anggotanya terdiri dari para orang tua yang ingin menerapkan metode pendidikan Islam kepada anaknya sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Komunitas ini, mengadakan outing class di Kantor Unit Damkar/Pemadam Kebakaran (Fire & Emergency Respon) Chevron Rumbai, Minggu (30/10). Suguhan pertama yang didapat adalah pengarahan berupa safety campaign (Kampanye Keselamatan) oleh Ridarto selaku Trainner di  Fire & Emergency Respon Chevron Rumbai.

Ridarto menambahkan, bahwa sosialisasi keselamatan ini sangat penting disampaikan khususnya pada anak-anak, melihat kasus di Amerika Serikat terdapat 140.000 kebakaran rumah terjadi akibat ulah anak-anak.

“Oleh karena itulah Chevron sejak tahun 2013 aktif melakukan safety campaign ini, di sekolah-sekolah dasar di sekitar area Chevron," katanya.  

Ridarto  secara interaktif memperkenalkan pada anak-anak peserta HSKM akan  benda-benda kecil yang dapat menyebabkan kebakaran, seperti: korek api/mancis, lilin, kembang api. Selain itu, ia juga memberikan solusi jika terjadi kebakaran kecil pada anak-anak tersebut. "Intinya jangan panik" katanya,

"Jika terjadi kebakaran kecil seperti di baju atau celana, jangan lari. Lari malah bisa membuat api semakin besar. Solusinya adalah berbaring dan menggelinding di tanah," demikian tambah Ridarto.

Setelah mendapatkan materi safety campaign, anak-anak diarahkan ke ruangan peralatan keselamatan untuk diperkenalkan beberapa peralatan-peralatan keselamatan.

Di sana kegiatan langsung dipandu oleh  Amiruddin Sitompul selaku Kapten Tim Pemadam Kebakaran. Anak-anak diajak aktif dalam simulasi membantu korban dengan beberapa alat tarik/katrol. Dicontohkan cara mengangkat korban dari dalam sumur dan menarik beberapa korban dari jurang.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, untuk menambah pengetahuan juga sebagai orang tua agar dapat mengarahkan anak-anaknya untuk waspada terhadap bahaya kebakaran," ungkap Nurjannah. Semoga saja kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi komunitas-komunitas yang lainnya. (MC Riau/ha/toeb)