Surabaya, InfoPublik - Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf  menyatakan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur terus meningkat.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melahirkan angkatan kerja muda terampil dan siap bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Dulu memang mayoritas SMA. Sekarang paradigmanya kita balik. Jumlah SMK sudah 65%. Dengan begitu kita berharap lebih banyak tenaga kerja terampil usai lulus dari pendidikan menengah," tuturnya pada acara peresmian penggunaan gedung baru SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sedati, Sidoarjo, Selasa (11/10).

Ia menjelaskan melalui Dinas Pendidikan Jatim, pihaknya telah melakukan langkah konkret, menjalin kerjasama berkelanjutan dengan dunia industri dan perusahaan. Kerjasama tersebut memiliki arti penting untuk sinkronisasi keahlian/keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sejumlah perusahaan asal Jerman, Jepang, dan China telah mencapai kata sepakat dengan SMK di Jatim. Setelah lulus mereka akan magang dan bekerja di luar negeri," ujar Wagub yang akrab disapa Gus Ipul.

Pemprov juga telah menyepakati kerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi sebanyak 7.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Jawa Timur. Sertifikasi bertujuan memacu kemampuan diri sejak dini sekaligus menyiapkan tenaga kerja profesional.

Diharapkan terobosan ini dapat memenuhi pemerataan sertifikasi di daerah, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. SMK Penerbangan, kata Gus Ipul, merupakan salah satu sekolah dengan keterampilan khusus dan langka.

Ia mengapresiasi kinerja guru dan stakeholder yang turut bahu membahu memajukan SMK Penerbangan. “Sangat mungkin SMK Penerbangan Dharma Wirawan menjadi icon Jawa Timur.

“Saya mewakili Gubernur mengucapkan selamat atas dibangunnya gedung baru. Semangat belajar para siswa tak boleh kendor,” jelasnya. Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dharma Wirawan, Sukino mengatakan gedung baru yang akan diresmikan terdiri dari tiga lantai.

Seluruhnya digunakan untuk menunjang proses praktek dan belajar mengajar. Lantai satu digunakan untuk ruang workshop, lantai dua disiapkan menambah dua ruang kelas baru dan lantai tiga sebagai aula. Total pembangunan gedung tiga lantai menelan biaya sekitar Rp 2,6 miliar.

Dana tersebut merupakan sumbangan dan Bantuan alokasi khusus dari sejumlah kalangan termasuk pemerintah dan yayasan. Selain Gus Ipul, hadir pula Ketua DPP Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Agum Gumelar, perwakilan Dinas Pendidikan Jatim, Dinas Pendidikan Sidoarjo dan sejumlah stakeholder. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-luk/toeb)