Agam, InfoPublik - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Agam Hadi Suryadi, SH mengatakan, bagi Rang Agam, Ngalau Kamang bukan sekadar tempat rekreasi, dengan segala keunikan dan keindahannya tetapi ia merupakan sebuah kebanggaan yang menyimpan sejarah. 

Ngalau yang terletak di Durian, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam itu, pernah berjasa pada zaman perjuangan dulu. Ngalau tersebut merupakan markas para pejuang. 

Ada yang meyakini Ngalau Kamang memiliki terowongan sampai ke Bonjol, Pasaman. Mereka yang meyakini hal tersebut, mengatakan terowongan itu pernah dipergunakan Pasukan Tuanku Imam Bonjol dalam berbagai keperluan perang menghadapi kolonial belanda kala itu. 

Ngalau Kamang bukan saja dikenal Rang Agam, dan warga Sumatera Barat,tetapi juga dikenal sampai ke Eropa, termasuk negeri Belanda. Kala jayanya, sebelum hancur-hancuran digasak alat berat penambang batu kapur, banyak wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke sana. 

Namun amat disayangkan, kini ngalau nan indah itu telah pudar kharismanya, karena sudah menjadi penambangan batu kapur. Tidak ada lagi wisatawan lokal, maupun dari manca negara berkunjung ke sana. Yang ada hanya aktivitas penambangan batu kapur,lengkap dengan dentuman dinamit pemecah batu. 

Kepala Disbudpar Agam Hadi Suryadi,  ketika dikonfirmasi mengatakan, Ngalau Kamang memang objek yang menarik, dan pernah jaya. Di dalam ngalau banyak bebatuan, dan kristal (stalakmit dan staklaktit ) menarik dan unik bentuknya. 

“Kami dari Disbudpar berniat untuk mengembalikan Ngalau Kamang sebagai destinasi wisata menarik, seperti dahulu kala,” katanya, Selasa (4/10). 

Namun, untuk mewujudkan rencana tersebut mesti mendapat dukungan warga sekitar. Tanpa dukungan tersebut, sulit untuk mengembalikan objek tersebut seperti masa jayanya dulu. "Karena kini kondisi ngalau sudah benar-benar amburadul," kata putra Kamang Mudiak, Buyun dan Lem Amar, Selasa (4/10). 

Menurut mereka, penambangan batu kapur, yang dilakukan CV BR, sejak lama, benar-benar telah mengubah wajah Ngalau Kamang. Ngalau yang dulu indah, kini sudah tidak karuan  wajahnya.  Bahkan, pintu ngalau paling besar sudah tertutup batu kapur, akibat penambangan. 

“Kami khawatir, suatu saat nanti akan terjadi tsunami menghancurkan kampung kami, bukan tsunami air laut, tetapi tsunami dari perbukitan, yang runtuh menghancurkan perkampungan kami,” ujar Lem Amar. 

Sebelum musibah itu terjadi, mereka berharap agar pemerintah melakukan upaya pencegahan. Kalau Pemkab Agam tidak mampu, mereka berharap Pemprov Sumbar turun tangan. Bila masih tidak manapun, Pemerintah Pusat diharapkan menurunkan tim untuk melakukan penyelamatan Ngalau Kamang dan lingkungannya. (MC Agam/toeb)