Sumenep, InfoPublik -  Di tengah cuaca yang tidak menguntungkan bagi petani tembakau akibat kemarau basah, sejumlah gudang pembelian tembakau sepertinya tidak melakukan pembelian seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Kabupaten Sumenep Ir. Joko Suwarno, M.Si mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memaksa gudang yang tidak melakukan serapan untuk melakukannya, sebab Pemerintah tidak mengatur terkait dengan tata niaga tembakau.

“Pemerintah tidak bisa memaksa gudang untuk melakukan serapan terhadap hasil tembakau dari petani,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (5/10).

Menurutnya, hingga saat ini baru ada dua gudang tembakau yang memberikan laporan secara resmi telah melakukan penyerapan, yakni dua gudang tembakau perwakilan perusahaan rokok PT. Gudang Garam Tbk Kediri di Kecamatan Guluk-Guluk dan di Kecamatan Batuan. Hanya saja kedua gudang tersebut hingga saat ini belum melaporkan hasil serapannya.

Sebenarnya, tegas Joko Suwarno, masih ada gudang lain yang biasanya juga melakukan serapan. Seperti Gudang Wismilak. Namun, untuk serapan tahun ini pihaknya tidak tahu apakah melakukan pembelian atau tidak. Karena memang tidak ada pemberitahuan dari yang bersangkutan kepada pihaknya.

Sementara berkaitan dengan harga tembakau sejauh ini, menurutnya cukup bervariasi, yakni berdasarkan laporan yang diterima Dishutbun, baik dari UPT maupun kelompok tani, saat ini harga tembakau berkisar antara Rp25.000 hingga Rp52.000. “Harga tembakau memang bervariasi, tergantung kualitas dari tembakau itu sendiri,” katanya. (Ren/Fer/toeb)