Garut, InfoPublik - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir effendy, Kamis (22/9) mengunjungi beberapa lokasi dan sekolah yang terkena dampak banjir bandang luapan Sungai Cimanuk, Garut. Selain menelan korban jiwa, sebanyak 10 sekolah tidak bisa digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akibat diterjang banjir tersebut.

“Saya tidak mendapat instruksi dari Presiden, namun saya mendengar banyak sarana pendidikan yang rusak. Maka kita perlu ambil bagian,” katanya saat ditemui SD IT Muhamadiyah, Jalan Merdeka, Garut.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang rusak, berada di dekat bantaran sungai Cimanuk yang meluap. Hal yang paling banyak merupakan ruangan perpustakaan.Dijelaskannya, bagi siswa yang kehilangan alat belajar, maupun seragam, Pihaknya akan memberikan bantuan.

“Untuk kebutuhan siswa, kami akan berikan school kit, pakaian seragam, sepatu, termasuk buku-buku. Tinggal Kepala Daerah menghitung kebutuhannya, kemudian ajukan kepada Dirjen Kementrian,” ujarnya.

Kemendikbud juga, lanjut Muhadjir, akan memperbaiki bangunan ruang kelas yang rusa dan memberikan bantuan untuk ruang perpusatakaan dan laboratorium Komputer SMP.(MC.Kab.Garut/Eyv)