Bone Bolango, InfoPublik – Rencana pengelolaan maupun kelola bersama berbasis tapak di kawasan penyangga taman nasional, khususnya di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) perlu peran aktif dan dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur Wilayah, Bappeda Kabupaten Bone Bolango Sri Puji Astuti Ngabito, ST, M.AP di sela-sela pelaksanaan diskusi pada hari kedua kegiatan lokakarya membangun rencana kelola bersama berbasis tapak di kawasan penyangga TNBNW, di Hotel Maqna Gorontalo, Rabu (7/9).

Ia mengatakan kolaborasi dimaksud adalah kolaborasi baik pemerintah daerah kabupaten, provinsi, Balai TNBNW, Balai Pengelolaan DAS, Balai Sungai, akademisi, LSM, pihak swasta, serta pihak media.

Menurutnya, model kelola bersama ini berupa pengelolaan di berbagai bidang yang terpadu, seperti pengembangan pariwisata, pertanian, UMKM, serta pengembangan potensi lainnya yang nantinya akan ditunjang dengan pembangunan infrasruktur yang memadai dengan mengacu pada hasil identifikasi potensi yang dimiliki oleh wilayah kawasan penyangga taman nasional tersebut.

Selain itu, ia berharap rencana kelola bersama berbasis tapak jangan hanya berakhir di laporan saja. Namun lebih diutamakan adalah implementasi yang menghasilkan outcome yang nantinya akan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan penyangga, khususnya masyarakat Kabupaten Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo pada umumnya. (MC.Kab.Bone Bolango/Hms/Kadir/Eyv)