Jakarta, InfoPublik - Kapsul Waktu FCTC, simbol komitmen 20 Pembaharu Muda dari 17 kota di Indonesia untuk melakukan aksi mendukung Indonesia aksesi FCTC tiba di kota Jember pada 27 Agustus 2016.

Kapsul Waktu FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau traktat internasional untuk pengendalian global epidemi tembakau diserahterimakan dari E. Azizannury Mahfud, pembaharu muda kota Samarinda, kepada Widya Nindy Nastiti, pembaharu muda asal Kota Jember yang juga aktivis Komunitas Peduli Udara Bersih (Kopdar) Jember, Jawa Timur.

Tibanya kapsul waktu FCTC di Jember disambut antusias oleh Nindy, panggilan akrab Widya Nindy dan pegiat Kopdar Jember. “FCTC sangat penting untuk melindungi generasi muda dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok,” kata mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember ini. Karena itu Nindy berkomitmen mengampanyekan pentingnya FCTC bagi warga Jember, melalui edukasi di sekolah-sekolah dan public event  yang dihadiri masyarakat luas.

Salah satu event penting di Jember yang dijadikan sarana promosi adalah Jember Fashion Carnaval (JFC). Inilah acara karnaval busana tahunan di Jember yang diikuti ribuan peserta karnaval. JFC sangat unik karena menggunakan jalan raya sepanjang 3,6 Km sebagai ajang pamernya, dimulai dari depan kantor Pemkab Jember dan berakhir di GOR Kaliwates. Dan tahun ini JFC mengangkat tema “Revival Indonesia to the World”.

Di ajang JFC, yang disebut-sebut sebagai karnaval busana terbaik di Asia, Kapsul Waktu FCTC ikut dipromosikan. Melalui Ainil Islach, model JFC, Kapsul Waktu FCTC dipamerkan kepada ribuan penonton JFC dan para fotografer di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Kapsul Waktu FCTC diarak oleh para model sejak dari alun-alun kota Jember hingga GOR Kaliwates, kata Nindy. Dan ia mendapat penjelasan dari Ainil bahwa banyak fotografer nasional dan internasional mengabadikan foto para model bersama Kapsul Waktu FCTC.

Menurut Nindy, Ainil adalah juga pegiat Kopdar, sehingga sangat peduli dengan generasi muda Indonesia yang sehat. Ainil sendiri yang menawarkan diri untuk mempromosikan Kapsul Waktu FCTC di arena JFC sebagai bentuk kepeduliannya agar generasi muda Indonesia bebas dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok.

Dan kepada para fotografer dan penonton yang bertanya tentang Kapsul Waktu FCTC yang ia bawa, Ainil menjelaskan Kapsul Waktu FCTC itu sebagai lambang komitmen Pembaharu Muda dari 17 kota di Indonesia untuk mendukung Presiden mengaksesi FCTC, papar Nindy bangga.

Kota Jember menjadi kota ke-12 yang dilewati Kapsul Waktu FCTC, setelah Bogor, Pandeglang, Jambi, Mentawai, Sawahlunto, Padang, Medan, Makassar, Mataram, Tabanan Bali, dan Samarinda. Di setiap kota yang didatangi Kapsul waktu FCTC, para Pembaharu Muda (PM) di kota tersebut, yang merupakan alumnus pelatihan Pembaharu Muda awal Februari lalu, melakukan aksi mendorong komunitas dan masyarakatnya untuk mendukung Presiden Jokowi mengaksesi FCTC.

Di Jember, perjalanan Kapsul Waktu FCTC tak hanya sampai di arena JFC. Nindy dan pegiat Kopdar juga membawa Kapsul Waktu FCTC ke Museum Tembakau. Menurut Nindy, kunjungan ini ingin menegaskan bahwa Jember sebagai kota tembakau, tapi tidak berarti sebagai kota rokok.

Nindy juga menggunakan momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2016 untuk mengampanyekan bahaya rokok dan pentingnya aksesi FCTC. “Kami berkampanye di alun-alun kota Jember dengan menggelar pawai, atraksi sepatu roda, flash mob, dan menjelaskan kepada warga di lokasi tentang bahaya rokok. Kami juga mengajak warga yang merokok di lokasi untuk menukarkan rokoknya dengan satu kotak susu siap minum,” kata Nindy.

Kapsul Waktu FCTC selanjutnya akan menuju Yogyakarta pada 6 September 2016. Wira Setiadarma, Pembaharu Muda Yogyakarta menegaskan pentingnya FCTC untuk menyelamatkan bonus demografi bagi seluruh generasi muda di Yogyakarta. Ingin tahu aksi perubahan apa yang dilakukan anak muda Yogyakarta? Tunggu berita selanjutnya dari pembaharu muda di kota-kota berikut tentang ekspedisi kapsul waktu FCTC.