Merauke, InfoPublik –  Bupati  Merauke Frederikus Gebze, mengungkapkan, ketergantungan  terhadap APBD dalam menggerekan sektor riil di Kabupaten Merauke masih sangat tinggi. Sedangkan  peran swasta masih sangat  rendah.

‘’Kita akui bahwa ketergantungan APBD dalam menggerakan sektor riil sampai sekarang masing  sangat tinggi. Sementara  peran swasta  masih rendah,’’ kata Bupati Frederikus Gebze, pada  rapat  terpadu dengan  seluruh pimpinan SKPD yang berlangsung di ruang Rapat Bappeda Kabupaten Merauke,  Jumat (17/6).  

Menurut Frederikus Gebze, karena ketergantungan terhadap APBD yang masih sangat  tinggi itu, maka apabila  APBD belum jalan,  maka akan terjadi stagnan.

“Ekonomi masyarakat seakan tidak berjalan dan lumpuh.  Nah, apabila hal itu dibiarkan maka yang akan terjadi adalah inflasi,” katanya.

Karena itu, jelas dia, pihak ketiga dan swasta  perlu didorong untuk ikut berperan dalam menggerakan sektor riil tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Frederikus Gebze menegaskan bahwa indeks pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Merauke berada pada pihak SKPD bukan pada bupati.

Sebab, masing-masing SKPD sudah diberikan kewenangan sesuai dengan fungsi dan tugas pokok masing-masing untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sudah diprogramkan. Tidak perlu lagi menunggu komando dari atas.

‘’Saya pikir sudah menjadi  kegiatan ruitunitas yang memang harus dilaksanakan  sesuai dengan fungsi dan tugas  pokok masing-masing,’’ paparnya. (02/mc/mrk/Abd/Kus)