Jakarta, InfoPublik - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengingatkan PT Pelni (persero) untuk siap menunjukkan performanya dalam peningkatkan kualitas sumber daya manusia dan standar pelayanan minimum (SPM).

Performa terbaik Pelni dibutuhkan, mengingat BUMN milik negara tersebut dalam waktu dekat akan menerima penugasan dari pemerintah berupa pelimpahan pengoperasian kapal perintis, kapal ternak, dan tol laut.

"Nanti kapal perintis semuanya akan dioperasikan oleh Pelni. Saat ini sedang disiapkan 30 kapal perintis yang sedang dibangun. Namun hingga kini SPM belum tercapai," ujar Jonan saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan ke-2 PT Pelni, Sabtu (4/6).

Oleh karena itu, Menhub memberikan waktu tiga tahun bagi Pelni untuk membuktikan diri bahwa mereka mampu melakukan perbaikan.

"Dalam tiga tahun, atau pada 2018 akan dicek dan dievaluasi. Jika dalam kurun waktu yang ditentukan kualitasnya semakin membaik, maka tidak menutup kemungkinan single operator diserahkan kepada Pelni. Namun jika sebaliknya, semua pelimpahan ini akan ditarik lagi dan akan diberikan kepada pihak lain," tegas Menteri Jonan.

Selain peningkatan kualitas SDM dan SPM, dalam arahannya pada Rapim ke-2, Menhub Jonan juga mengingatkan BUMN milik negara tersebut untuk bersiap merubah arah kebijakan bisnisnya. Menurut Jonan, dalam lima tahun ke depan, sampai tahun 2019, pemerintah akan merubah semua angkutan manusia yang berjarak jauh agar tidak lagi menggunakan kapal laut, melainkan dengan moda transportasi udara.

Saat ini Kementerian Perhubungan sedang mengembangkan bandara di seluruh pelosok pulau di nusantara. Oleh karena itu mau tidak mau Pelni harus mengantisipasi kebijakan pemerintah tersebut dengan mengevaluasi kebijakan bisnisnya yang selama ini menjalankan pengoperasian kapal jarak jauh dengan waktu pelayaran lama. 

"Jadi, jika perjalanan dari Jakarta ke Kupang menghabiskan waktu tiga hari dengan kapal laut,  dengan pesawat terbang cukup ditempuh dengan waktu beberapa jam saja. Dengan begitu bangsa ini akan belajar menghargai waktu, " ujarnya.

Sementara itu, kedepan akan banyak dibangun cluster-cluster disejumlah pulau untuk angkutan jarak menengah dan pendek, sehingga nantinya kapal-kapal Pelni bisa melayari rute itu. 

Direktur Utama PT Pelni (persero) Elfien Goentoro mengemukakan, untuk SDM pihaknya serius dan terus mengembangkan kualitasnya. "Saat ini 60 persen karyawan Pelni sudah sertifikasi SCTW."

Elfien juga mengatakan, saat ini kapal perintis untuk jarak pendek sudah berjalan dan dikerjakan Pelni. Ada 46 kapal perintis yang telah beroperasi untuk pelayaran cluster, seperti Aceh, Jayapura, Marauke, Ambon, Surabaya dan Jakarta.