Banjar, InfoPublik - Sebanyak 250 tunanetra di Kabupaten Banjar menerima Qur’an Braille Digital (QBD) yang diserahkan oleh Syeikh Ali Saleh Mohammad Ali Jaber dan Bupati Banjar H Khalilurrahman.

Penyerahan secara simbolis ini dilakukan pada acara tausyiah dan silaturrahmi bersama tunanetra dan masyarakat se-Kalimantan Selatan, Sabtu (28/05), di Masjid Agung Al Karomah Martapura.

Acara yang digelar Majelis Ta’lim Siti Khadijah Ansyari dan dihadiri Bupati Banjar H Khalilurrahman, Habib Ali Abdullah Al Aydrus Sekumpul, Habib Muhammad Quraisy bin Mutjtaba Al Aydrus, Ketua Najir Masjid Agung Al Karomah KH Hasnuddin, para tunanetra dan ribuan masyarakat Kabupaten Banjar.

Bupati Banjar H Khalilurrahman dalam sambutannya mengatakan, bantuan Al-Quran Braille Digital tersebut merupakan upaya nyata memberikan kesempatan yang sama kepada para penyandang tuna netra agar bisa mempelajari wahyu-wahyu Allah SWT yang tercantum dalam Al-Quran sebagai pedoman hidup umat manusia.

“Kita harus memiliki semangat yang kuat untuk senantiasa meningkatkan interaksi dengan Al-Quran. Segala keterbatasan yang dimiliki hendaknya tidak menjadi hambatan bagi kita untuk menjemput hidayah Allah SWT serta meraih surganya kelak. Jadi, semangat kebersamaan dalam meningkatkan ketakwaan di setiap individu umat harus senantiasa digelorakan,” ungkapnya.

H Khalilurrahman menambahkan, hadirnya Al-Quran Braille Digital ini merupakan salah satu terobosan menghadirkan kesetaraan bagi para penyandang tuna netra agar bisa belajar dan membaca Al-Quran.

“Saya kira ini salah satu terobosan  kesetaraan kesempatan. Dengan adanya teknologi digital braille ini, para penyandang tuna netra lebih dipermudah belajar Al-Quran ,” ujarnya.

Bupati Banjar pun berharap kepada para pengusaha yang ada di Kabupaten Banjar agar turut serta membantu/mendonasikan hartanya untuk mencetak mushaf Al-Quran braille digital gratis ini. “Bantuan anda tersebut akan menjadi amal jariyah dan bekal di akhirat nanti,” pesannya.

Sementara itu, Syeikh Ali Saleh Mohammad Ali Jaber dalam tausyiahnya mengatakan, pemberian Alquran Braille Digital ini guna memberdayakan para tuna netra dan mendorong mereka lebih berkontribusi dalam kehidupan mereka serta sebagai upaya pencerdasan religi bagi mereka agar mempunyai hak yang sama dalam belajar dan mencintai Al-Qur’an.

Ia juga meminta agar pemerintah dapat membantu mempersiapkan data-data tunanetra tersebut secara valid untuk program-program lainnya. Selain program Alquran braille digital, lanjut Syeikh Ali Jaber, juga ada program umrah, pendidikan, serta pelatihan. (Hum/sadi/Mcbanjar/zay/eyv)