Tidore, InfoPublik - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tidore Kepulauan, bekerjasama dengan Kerukunan Hajatunnisa, Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menggelar khitanan massal di halaman Mesjid Nurul Yaqin, Gurabati Kecamatan, Tidore Selatan, Minggu (3/3).

Selain khitanan massal, yang diawali dengan pelaksanaan ritual adat Wadaka dan Hogo Jako, panitia juga menggelar kegiatan deteksi dini kanker payudara dan deteksi dini kanker leher rahim.

Prosesi ritual adat ini dilakukan Yaya se Goa kepada 75 anak dari 12 kelurahan di Tidore yang turut serta dalam kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT PPNI ke-42, Majelis Ta'alim Hajatunnisa ke-10, HUT TP PKK ke-44 dan IBI ke-65 tersebut. Kegiatan ini melibatkan tim medis yang terdiri beberapa perawat dengan menggunakan teknologi laser.

Suara tangisan para peserta mewarnai proses khitanan yang berlangsung di halaman mesjid. Para orang tua maupun tim medis berupaya untuk menenangkan anak-anak yang rata-rata masih berusia 5-7 tahun. Bahkan sejumlah orang tua harus melakukan upaya pembujukan agar anaknya mau dikhitan.

Sebelum dikhitan, anak-anak diberikan hadiah berupa sepasang sarung, peci yang diserahkan langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim kepada peserta sunatan secara simbolis dan sejumlah uang oleh panitia.

Sejumlah obat-obatan juga diberikan untuk proses penyembuhan di rumah. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mendatangi puskesmas dan rumah sakit untuk proses mempercepat penyembuhan.

Hadir dalam kegiatan ini Walikota Capt. H. Ali Ibrahim, Wakil Walikota Muhammad Senin, Wakil Ketua TP-PKK, Ketua DWP, para Assisten, Pimpinan SKPD, Camat Tidore Selatan serta Muspika Kecamatan Tidore Selatan.

Walikota Ali Ibrahim saat membuka kegiatan ini atas nama  Pemkot Tidore Kepulauan menyambut baik dengan kegiatan sosial ini, karena sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu misinya bersama wakil walikota, yaitu Perluasan Akses Kesehatan Yang Berkualitas dan Terjangkau bagi Masyarakat.

Dengan adanya deteksi dini kanker payudara, diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat, terutama kaum ibu, untuk selalu menjaga kesehatan. karena peran seorang ibu, sangat menentukan derajat kesehatn keluarga. “Jika ibu sehat, maka selurauh anggota keluarga pasti sehat,” katanya.

Kegiatan bakti sosial seperti ini, perlu mendapat dukungan pemerintah maupun seluruh masyarakat, karena dampak sosialnya besar, dari pada membuat kegiatan bersifat seremonial, yang kurang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena, komitmen kuat dan kerjasama antara PKK, PPNI, IBI dan Hajatunnisa, untuk mendekatkan setiap program kerja kepada masyarakat, terutama memberikan kontribusi nyata pada cakupan pelayanan sosial kepada publik, perlu digalakan terus ke depan.

Sementara itu, Hj Suryani Sura dalam laporannya tujuan diadakannya kegiatan ini selain akan terjaminnya kesehatan jasmani dan rohani yang baik, juga sebagai salah satu media penyucian diri dan bukti ketundukan seseorang kepada ajaran agamnya.

Sementara upaya mendeteksi secara dini keberadaan kanker payudara dan kanker leher rahim, diharapkan dapat diobati dengan teknik yang dampak fisiknya kecil dan memiliki peluang yang lebih besar untuk sembuh.

“Sekaligus untuk mempererat hubungan persaudaraan antara TP-PKK, PPNI, IBI dan Majelis Ta'alim Hajatunnisa dengan masyarakat melalui bakti sosial,” katanya.

Pada kesempatan ini, Walikota Ali Ibrahim dan Wakil Walikota Muhammad Senin juga menyempatkan untuk menyaksikan langsung proses khitan di halaman mesjid. Ali Ibrahim dan Muhammad Senin beberapa kali juga turut membantu petugas dan para orang tua untuk menenangkan anak-anak yang menangis.(mc tidore/humas/toeb)