Jakarta,InfoPublik - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Suwandi menyampaikan menurut data BPS pada 2 November 2015 Angka Ramalan-II (ARAM-II) 2015 produksi padi 74,99 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 5,84% dari produksi tahun 2014.  Dengan produksi gabah tersebut diperoleh beras setara 43,61 juta ton.

"Sementara konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan sekitar 33,35 juta ton beras nasional.  Berarti masih surplus beras sebesar 10,25 juta ton yang saat ini berada tersebar di produsen, penggilingan, pedagang, industri, rumah makan, restoran, konsumen dan di Bulog," kata Suwandi di Jakarta, Jumat (22/1).

Menurut Suwandi, kondisi ketersediaan beras pada Januari - Maret 2016 dipastikan melimpah mengingat pada bulan Februari 2016 akan ada panen sekitar 5 juta ton gabah setara 3,1 juta ton beras dan pada Maret 2016 akan ada panen sekitar 12,56 juta ton gabah setara 7,9 juta ton beras, sedangkan konsumsi beras penduduk hanya 2,6 juta ton per bulan.

"Jadi saat ini beras impor yang 900 ribu ton beras masih berada di Gudang Bulog (Sumber: Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, 20 Januari 2016). Kondisi ini membuktikan bahwa impor beras yang dilakukan Pemerintah benar-benar hanya sebagai cadangan nasional saja.  Hingga hari ini penduduk Indonesia belum mengkonsumsi beras impor.  Kebutuhan konsumsi beras penduduk sebesar 2,6 juta ton per bulan cukup dipenuhi dari produksi dalam negeri," ujar Suwandi.