Jakarta, InfoPublik - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta, Badan Intelijen Negara, Kepolisian dan Kejaksaan bekerja sama menangkal gerakan Gafatar.

Ini bukan hanya persoalan keagamaan, tapi juga terkait ideologi negara, kata Lukman usai acara Evaluasi Capaian Kinerja Kementerian Agama tahun 2015 di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag MH Thamrin, Jakarta, Selasa (19/1).

Ia menilai, banyaknya pelaporan terkait gerakan Gafatar yang masuk saat ini sudah meresahkan masyarakat dan mengganggu keamanan. “Jadi, ini bukan hanya aspek keamanan sehingga koordinasi ini terus kami lakukan dengan instansi pemerintah lain,” tuturnya.

Lukman sendiri mengklaim, lembaganya terus melakukan pendalaman terkait tokoh-tokoh di balik organisasi Gafatar. Diakuinya, hingga saat ini siapa aktor di belakang Gafatar masih belum terungkap.

Tentu, kami lakukan pendalaman, mencari tahu siapa aktor-aktor di balik ini. Dampak negatifnya di masyarakat itu sendiri, seperti apa. Ini, terus kita pantau dan kami dalami, ujarnya.

Lukman menambahkan, kerja sama lintas lembaga ini dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap berbagai penyebaran ideologi radikal. “Sementara Kementerian Agama ikut bertanggung jawab dalam gerakan deradikalisasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya saat membuka acara evaluasi, Lukman mengklaim realisasi penyerapan anggaran Kementerian Agama tahun anggaran 2015, menempati posisi ketiga dari 10 kementerian/lembaga dengan anggaran terbesar.

Alhamdulillah, penyerapan anggaran Kemenag tahun 2015, mencapai 86,34 persen. Hal ini di atas nilai rata-rata nasional, yaitu 86,23 persen. Capain ini menempatkan Kemenag pada posisi ke-3 dari 10 kementerian/lembaga yang memiliki anggaran terbesar, paparnya.

Dalam evaluasi yang mengambil tema “Penegasan Tanggungjawab dan Komitmen Pimpinan dalam Pencapain Kinerja” tersebut, Lukman menargetkan, penyerapan anggaran Kemenag tahun 2016 lebih baik. “Untuk tahun 2016 ini, target kita adalah 93 persen,” kata Lukman.

Selain serapan, ia berpesan agar  pelaksanaan program Kemenag juga tetap memperhatikan ketepatan sasaran, daya guna, jumlah dan ketepatan waktu. Diharapkannya, sesuai instruksi Presiden kepada seluruh kementerian/lembaga agar melaksanakan program kerja mulai bulan Januari, diimplementasikan dengan baik, benar, efektif dan efisien.

Alhamdulillah, pada usia ke-70 tahun, Kemenag memperoleh penilaian yang bagus atas evaluasi Sistem Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kemen-PAN dan RB dengan predikat Baik. Kita juga berada para peringkat kedua pengelolaan BMN dalam hal pengelolaan sertifikasi aset BMN dari Kemenkeu, kenaikan tunjangan kinerja dari 40 persen menjadi 60 persen, kata Lukman.

Menag berharap, peringkat tersebut tidak hanya dipertahankan, namun juga ditingkatkan. Menurutnya, prestasi yang telah dicapai harus menjadi vitamin dan spirit  untuk terus menjadi lebih baik dan mampu mendorong layanan publik yang memuaskan, cepat, dan bebas korupasi.

Melalui evaluasi ini, Lukman meminta jajarannya untuk mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dan capaian kinerja pada 2015.