Kemnaker Segera Wujudkan Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3

:


Oleh H. A. Azwar, Sabtu, 9 Januari 2016 | 22:24 WIB - Redaktur: R. Mustakim - 1K


Jakarta, InfoPublik - Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya meningkatkan pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dalam mewujudkan kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2020.

Kedepan, masyarakat Indonesia harus tahu mengenai K3. Jika penerapan K3 maksimal, maka diharapkan tingkat produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia akan terus meningkat, kata Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker Muji Handaya saat dialog terbatas dengan insan media massa di kantor Kemnaker Jakarta, Jumat (8/1).

Muji menilai, dewasa ini, media berperan penting dalam penyelenggaraan K3. Informasi yang disampaikan melalui media sosial maupun mainstream mempercepat proses penindaklanjutan kecelakaan kerja selain sebagai sarana edukasi K3 bagi masyarakat.

Ketika kejadian kecelakaan kerja, media juga berperan untuk menginformasikan kecelakaan kerja. Saya memandangnya positif dan mengapresiasi media kita yang sudah mulai menengok K3 ini, tuturnya.

Menurutnya, selain usaha dari pemerintah, masyarakat harus ikut aktif menjadikan K3 sebagai budaya di lingkungan kerja. Selain itu, lanjut Muji, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan 27 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta terkait dengan penyenggaraan K3. “Kami sudah menyiapkan bahan kurikulum K3 secara umum,” ujarnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini, banyak kendala memasukkan K3 ke kurikulum pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Kemnaker berkoordinasi dengan pengelola pendidikan terutama pengelola sekolah-sekolah kejuruan di agama Islam, Katolik, Kristen dan lainnya agar manajemen K3 juga diajarkan di sekolah-sekolah sekali pun pada kegiatan ekstra kulikuler atau di luar jam sekolah.

Kalau di negara-negara maju seperti Eropa, Jepang, AS dan sebagainya majemen K3 diajarkan dari keluarga sampai sekolah. Di sekolah, manajemen K3 masukan ke dalam kurikulum, jelas Mudji.

Dalam kesempatan ini, Muji juga mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan akan mencanangkan peringatan hari K3 Nasional pada tanggal 12 Januari 2016, sebagai tanda dimulainya bulan K3 nasional tahun 2016 bertema “Tingkatkan Budaya K3 Untuk Mendorong Produktivitas dan Daya Saing di Pasar Internasional”.

Upacara hari K3 nasional sekaligus merupakan pernyataan dimulainya bulan K3 nasional tahun 2016 diseleggarakan secara serentak di seluruh tanah air. Tujuannya untuk mengingatkan kembali arti pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja, kata Muji.

Di tahun 2015, sebagai wujud apresiasi terhadap perusahaan yang telah menerapkan SMK3, Kemnaker telah memberikan penghargaan kepada 3176 perusahaan. Jika dibandingkan tahun 2014, penerapan SMK3 mengalami peningkatan sebesar 25 persen.

Untuk kategori nihil kecelakaan kerja (zero accident award) mencapai angka 7249 perusahaan. Angka tersebut meningkat 14,95 persen jika dibandingkan dengan tahun 2014. “Tujuan utama dari penerapan K3 itu adalah nihil kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,” pungkas Muji.